Minggu, 01 April 2018

Dendam salah alamat

Aku mau kasih judul "Dendam alamat palsu" sebenernya, tapi takut dimarahin sama Ayu tingting.
Aku memang mau ngebahas masalah sosial masyarakat yang aneh. Terutama mengenai balas dendam.
Jujur, sejujur-jujurnya, Aku memang pendendam orangnya. Kalo bisa bales dendam biasanya aku akan bales. Kalau orang baik sama aku, aku bales  berbuat baik.Kalau orang jahat sama aku, aku bales jahat sama orang itu. [walau ujung-ujungnya sama-sama sakit, setidaknya aku ga sakit sendiri]

Cuma ada yang bikin aku bingung. Ketika seseorang menyakiti orang lain karena dia dendam dengan seseorang yang pernah menyakitinya dulu.

Sebagai conton, tetanggaku [perempuan] pernah cerita mengenai saudaranya [laki-laki], yang sedang mencari pacar. Usianya udah lapuk juga, kurang lebih sekirat 40 tahunan. Padahal saudaranya itu sudah memiliki pacar di kampung. Katanya "mau cari pacar disini, biar semangat aja"
loh?
trus aku tanya "trus pacarnya di kampung gimana?"
"yah tetep pacaran."
"jadi selingkuh dong mba?"
"Iya, habis dia dulu pernah di tinggal sama istrinya buat nikah sama laki-laki lain"

??????

Jadi, tetanggaku yang seorang perempuan "membenarkan" sikap saudaraya yang laki-laki untuk balas dendam? Bahkan balas dendam ke wanita-wanita yang tidak berdosa?
Sedangkan dia sendiri seorang wanita. Lucu gak sama cerita ini?

Jadi suatu hari, jika suaminya menghianatinya dengan alasan "Dulu pernah di hianati mantanya." itu hal yang benar????

Kenapa harus orang lain yang menjadi korban? jika dia dendam sama mantan istrinya, bukan berati dia harus balas dendam pada orang lain yang cuma sama jenis kelaminnya.
Yah kalau mau balas ke mantan istrinya aja. Kasihan dong, ini malah korbannya 2 orang sekaligus. Sebel aja kalo kaya gitu mah.

Ada lagi cerita yang hampir mirip. Jadi ada seorang ibu yang punya dua anak, laki-laki dan perempuan. Dia sangat sayang pada anak laki-laki pertamanya, namun dia sering berlaku tidak adil pada anak perempuan keduanya. Setiap ada makanan dia selalu medahulukan anak laki-laki dan terkadang tidak menyisakan untuk anak perempuan. Kemudian dia suka melakukan kekerasan ketika sedang kesal dengan anak perempuannya. Ternyata setelah diselidiki, ibu itu adalah anak perempuan satu-satunya, dia memiliki 4 kakak laki-laki dan sangat disayang oleh keluarganya. Namun ibunya [sang nenek] memperlakukan dia sama seperti anak yang lain. Ibu itu merasa kalah nenek tidak sayang padanya sehingga tanpa sadar dia melampiaskannnya pada anak perempuannya. Atau mungkin dia berpikir itu cara yang benar dalam mendidik anak perempuan.

Terdengar tidak adil bukan?
coba renungkan dulu, apakah kita pernah berlaku tidak menyenangkan pada orang lain yang tidak berdosa?
Atau membalaskan dendam secara membabi buta?

Dulu aku pernah benci seseorang. Mungkin bahasa kasarnya aku dicampakan. Dibawa terbang tinggi kemudian dihempas begitu saja. Temanku berkata "Balaslah dendam, dengan menjadi cantik dan sukses. Maka dia akan menyesal telah mencampakanmu."
Aku gak tahu apa aku udah sukses membuat orang itu menyesal.
Tapi aku merasa balas dendam dengan cara itu adalah satu-satu hal yang bisa aku lakukan dan lebih baik.
Jadi hal yang negatif bisa membuat aku semakin positif.
Terdengar lebih menarik dibanding menghancurkan diri sendiri karena kesalahan orang lain.

Setelah merakukan riset di google [cuma baca-baca postingan orang lain sih] Aku merangkum di postingan ini.
Tipe-tipe balas dendam, semoga sih ini bisa membatu. Setidaknya balaslah dendam pada orang yang tepat dengan cara yang tepat. Contohnya aku rubah aja, soalnya balas dendam kan bukan sama mantan aja [kayanya contoh-contoh di google].

1. Balas dendam bermakna buat gue
Banyak yang kasih nama "Balas dendam gak makna", tapi gak buat aku. Bagiku ini kaya balas dendam yang berguna sih. Pada dasarnya balas dendam ini gak ngepek apa-apa ke subjek. Kayanya cuma bermakna untuk diri sendiri. Jadi anggep aja ini bermakna untuk diri sendiri dan gak merugikan orang lain juga.
Contohnya, kita punya dendam sama seseorang trus kita apus semua kontak, foto dan memblockir semua sosmednya.
Buat kita berguna, karena kita jadi lupa sama orang yang kita benci. Kaya membuang sampah aja. Tapi yah bagi subjeknya mungkin gak guna atau gak ngepek apa-apa. Mentok-mentok dia juga lupa.

2. Balas dendam pasif-agresif
Balas dendam yang terselubung. Pura-pura gak marah dan gak kesel tapi bikin bete si Subjek. Sebisa mungkin subjek gak curiga atau gak bisa mengelak dari kondisi yang kita buat.
Contohnya, kita benci dengan seseorang, kemudian kita deketin pacarnya, atau temen-temennya, atauorang-orang yang dia suka. Sedikit lebih kejam kalo kita ngehasut mereka untuk kesel atau benci juga sama orang tersebut. Atau bikin orang-orang disekitar subjek melakukan hal-hal yang dia benci.

3. Balas dendam aktif
Balas dendam secara langsung. Kebanyakan gak mikir efeknya, yang penting hati senang.
Contoh paling gampang, saat ada yang mukul kita, kita bales mukul. Ada orang yang menghina kita, kita hina balik.

4. Balas dendam konstruktif
Balas dendam yang kaya temenku sampein. Buat subjek menyesal dengan merubah diri sendiri ke arah positif.
Misalnya, kita di hina "bego" dikelas atau pas lagi main game, trus kita belajar pas ulangan dapet nilai tertinggi atau kita dapet score tertinggi di game. Pasti orang yang banyak bacot itu bungkam dan menyesal. Berharap aja ujung-ujungnya dia jadi muka dua trus kita balik acuhin dia. hehehe

5. Balas dendam ekstrim
Balas dendam dengan cara kejih, atau lebih parah. Secara fisik atau non fisik
Misalnya ada orang yang menghina kamu, trus kamu bunuh dia atau bikin dia cacat seumur hidup.
Jadi berlebihan gitu.



Dan gak ada yang jelasin kalo "balas dendam salah alamat" termasuk tipe balas dendam.
Kayanya itu cuma alasan untuk membenarkan tindakan-tindakan jahat yang di perbuat aja. Mengatasnamakan balas dendam. Padahal yang buruk adalah sikapnya sendiri.

Tapi katanya sih lebih bagus gak bales dendam. Katanya.

Selasa, 27 Maret 2018

Dikagumi

Postingan ini bukan untuk narsis atau semacamnya. Bukan juga untuk membalas postingan blog lain mengenai diriku.
Tapi lebih sekedar curhat.
Salah satu alasannya aku males nulis diari, karena menulis lebih melelahkan dibanding mengetik.

Pertama-tama aku mau terimakasih pada orang-orang yang sudah mengaku kagum padaku. Dari dulu hingga sekarang.
"Dikagumi" bukan sekali terjadi dalam hidupku.
Beberapa orang secara sengaja atau tidak yang tahu bagaimana perjalanan hidupku selama ini, diantaranya mengatakan "kagum" padaku.
Entah itu kagum karena aku bisa seperti sekarang, atau kagum karena aku bisa bertahan, atau kagum merasa aku menjadi orang yang baik.
Yah walau ada juga yang mengangap itu "biasa aja", atau ada yang mengatakan "masih mending lo, dari pada gua~" ceritanya hidup dia itu paling menyedihkan.

Sejujurnya aku merasa tersanjung dengan kekaguman mereka. Aku merasa itu suatu hal yang positif. Ada orang-orang yang menyukaiku.
Beberapa diantara mereka berkata "jika aku jadi kamu sih aku gak bakal kuat" dan lainnya.
Aku juga gak tahu apa yang membuat aku kuat hingga saat ini. Berdiri disini sendiri.
Tapi kata-kata itu cukup menghiburku. Seperti sebuah prestasi yang aku dapatkan.

Dibanding dikagumi, sebenarnya aku lebih ingin mengagumi.
Semoga suatu hari aku menemukan dan memiliki laki-laki yang aku kagumi.

Bisa melewati kehidupan yang keras, kadang memberikan efek juga pada pandanganku pada orang disekitar. Kadang aku kurang merasa empati pada apa yang dialami orang lain. Padahal mungkin saja yang mereka alami itu serupa atau bahkan lebih menyedihkan dari perjalanan hidupku sendiri.
Kadang perasaan membandingkan diri sendiri dan orang lain itu terus bekerja.
"Ah masalah itu aja sampe segitunya, seharusnya dia bersyukur masih punya keluarga yang begitu"
"emang dasarnya aja manja, baru capek sedikit sakit, kerja sedikit sakit. Aku sakit aja gak ada yang peduli"
Dan terkadang aku berpikir kalau aku tidak sebaik itu untuk dikagumi. Aku memiliki banyak kelemahan dan keburukan, cuma mereka gak tahu aja.

Kadang pula aku berpikir, mereka kagum padaku karena hanya melihat sisi baikku saja. Aku jadi takut ketika melihat sisi jelekku, mereka tidak kagum lagi atau malah menjauhiku.Kadang aku jadi bingung harus bersikap bagaimana.
Padahal apa yang mereka kagumi dariku, bukan berati mambuat diriku harus terus dikagumi.

Sekarang ini aku hanya bersikap sesuai pada kondisi dan tempatku. Terkadang aku ingin juga egois, dan itu aku lakukan.
Selalu ingin di nilai baik dan positif itu memang suatu kebutuhan menurut Maslow [hirarki kebutuhan]. Tapi ketika dianggap baik, aku merasa seperti sedang berbohong. Dalam hati aku berteriak "Aku gak sebaik itu kok, semua orang juga bisa kaya gitu" [kalau mau] Terkadang aku pun jadi bersikap kejam atau jahil pada teman-temanku.
Karena terlalu baik itu sepertinya suatu hal yang aneh, atau suatu hal yang membuat aku terlihat bodoh. [polos atau bodoh itu beda tipis kayanya]

Ada juga orang yang kagum dengan sikap beraniku. Emang aku juga bingung sih, kenapa aku kadang terlalu beranib[nekat]. Mungkin karena aku lelah untuk takut.
Semasa kecil banyak hal yang aku takutkan. Takut untuk menangis karena papaku gak suka, takut ngomong sama orang yang gak dikenal, takut sama papaku, takut gak dimusuhin, dan lainnya.
Aku inget satu kejadian. Saat papaku suruh aku mendaftar ke rumah sakit atau puskemas. Aku takut untuk bicara pada orang asing, walaupun itu petugas, tapi aku lebih takut pada papaku. Jadi aku melawan ketakutanku pada orang asing karena lebih takut pada papaku.
Intinya aku melawan takutku karena ketakutanku yang lebih besar.

hal itu terus berlanjut hingga suatu hari, aku harus menangkap anjing-anjingku untuk diberikan pada orang yang gak aku kenal. Padahal aku begitu sayang pada mereka. [setiap mengingat hal ini membuatku sedih] Karena aku takut papa aku menuruti semua perintahnya. Kemudian aku menyesal dan melawan. Untuk pertama kalinya aku tidak patuh pada papaku, karena aku merasa sedih harus kehilangan.[kehilangan satu-satunya temanku saat itu, teman yang setia menemaniku dirumah] Aku mengunci pintu kamar dan menangis. "Seharusnya aku tidak bersembunyi, seharusnya aku melawan." hingga saat ini, aku merasa menyesal tidak melawan papaku lebih awal. Aku menyesal karena tidak berani mengungkapkan pendapat dan keinginanku. Aku menyesal tidak bisa menahan orang-orang itu mengambil anjingku. Aku merasa menjadi penghianat sejati. Jika waktu bisa diputar, aku ingin kembali kemasa itu. Apapun resiko yang harus aku ambil, aku harus melawan.

Mungkin karena hal-hal ini aku menjadi lebih berani. Berani melewati hidupku yang gelap, berani melawan rasa takutku.
Aku seperti dibentuk menjadi sebuah batu. Batu yang keras untuk melawan dan bertahan hidup.
Atau seperti kepiting yang memiliki cangkang yang keras, dan siap menyapit siapapun yang ingin menyerang.
Mungkin karena hal itu juga, aku ingin melindungi orang-orang yang tidak berdaya. Padahal aku sendiri sepertinya tidak bisa apa-apa.
Aku takut menyesal dan kehilangan lagi.

Aku rasa mungkin jika orang lain mengalami hal ini, akan menjadi seperti diriku yang sekarang. Mungkin kehidupan mereka terlalu santai aja, jadi ngerasa aku terlalu kuat.
Aku hanya beradaptasi, dan belajar untuk bertahan.
Kayanya aku merasa berlum terlalu sukses untuk dikagumi.

Semoga suatu hati aku bisa mengagumi seseorang seperti orang lain mengagumi diriku.

nb: postingan omong kosong


Senin, 26 Maret 2018

Cinta, Suka dan Sayang [definisi dalam konsep teori]

Ternyata, selama aku fakum nulis blog, aku perah curhat sama diariku tetang pemikiran ini. Ini adalah pemikiranku sendiri, tanpa baca teori-teori para ahli Psikologi sebelumnya. Mungkin aku tulis ini berdasarkan pengalamanku sendiri, entah pengalaman yang mana.

Cinta, mungkin adalah perasaan yang lebih dalam dibanding Suka dan Sayang. Atau mungkin paduan dari rasa suka dan sayang. Yang jelas, aku berpikir, ketika aku suka sesuatu belum tentu aku menyayanginya. Ketika aku sayang belum tentu aku suka. Tapi ketika aku suka dan sayang, mungkin namanya itu "cinta".

Jujur aja ada teman-teman yang aku sukai, tapi aku gak terlalu sayang sama mereka. Ada juga yang sayang sih, makanya berteman hingga sekarang tapi aku gak suka-suka banget sama sikapnya. Ada beberapa sikapnya yang kadang gak aku suka, tapi karena aku sayang jadi aku toleransi.
Jadi aku bedain rasa suka dan sayang sebagai dua hal yang berbeda.

Suka itu kita senang melihat atau berada di dekat suatu objek. Mungkin kita merasa nyaman maka kita suka. Terkadang suka rasanya lebih egois karena menuntut. Kadang rasa suka membuat kita ingin memiliki.
Tapi sayang, terasa lebih dalam. Tanpa melihat atau berada didekat objek, kita sudah bisa merasakan sayang. Jika kita menyangani sesuatu kita rela untuk berkorban. Kita tiak menuntu untuk memiliki.

Mungkin dulu aku mikir begini karena ada yang ngomong "Aku sayang kamu, tapi aku gak bisa sama kamu" seolah ngomong "Aku sayang kamu, tapi gak cinta"
Semacem penolakan halus. [trus aku baper dan nulis itu di diari] Saat aku sedang berusaha mengerti aku, memikirkan 3 kata ini.

Lucu juga aku baca tulisanku sendiri [di diari], isinya kaya gini.
Beda Cinta dan Suka
Dihadapan orang yang kau Cintai, Jantungmu akan berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau Sukai, Kau akan merasa senang dan gembira
Dihadapan orang yang kau Cintai, Kata-kata yang keluar berasa dari hati
Dihadapan orang yang kau Sukai, Kata-kata yang keluar berasal dari pikiran
Jika orang yang kau Cintai menangis, Kau akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kau sukai menangis, Kau akan menghiburnya
Selain rasa Suka dan Cinta, ada perasaan yang lebih mendalam yaitu, Sayang.
Rasa sayang tidak hilang secepat Cinta,
Rasa sayang tidak pernah berubah,
Perasaan yang dapat membuat engkau berkorban demi orang yang kau sayang
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kau sayangi
Apa bila cinta ingin memiliki, Namun sayang hanya ingin melihat orang yang disayangi bahagia walau harus kehilangan.

Okeh, setelah baca ulang kayanya aku nulis ini karena kasus lain. Apa lagi lihat kata-kata terakhirnya.
OMG

 Okeh, kayanya aku kayanya harus melepas seseorang yang aku sayang untuk kebahagiaanya. Jadi aku sayang sama orang itu?
oke oke...
Ato aku sebenernya cinta?
emmmm~~~
kenapa jadi bingung sendiri.
Ternyata di blog ini aku pernah membahas kosep "Cinta" tapi gak dalem cuma sekedar kata-kata [kosong].

Jadi sekarang aku coba deh aku rangkum dulu apa itu Cinta, Suka dan Sayang menurut pakar. Abis kalo mikirin sendiri jadi bingung sama apa yang sebenernya aku rasain. Maksudnya perasaan ini namanya apa gitu. Trus juga biar jadi lebih paham apa arti ketiga nama itu. Biar gak salah paham lagi.
[Padahal niat mau ngelupain] Semoga gak bikin baper lagi.

Cinta

Gara-gara baca blog orang jadi mau nyanyi "bertahan satu Cinntttaaaa, bertahan satu C.I.N.T.A"
Ayo serius, SERIUS.
Pertama aku bahas dulu definisi Cinta menurut para ahli psikologi. [Sumber]
Bapak James Drever, berjata "Cinta merupakan sebuah perasaan khusus yang mana berkaitan dengan kesenangan yang menyangkut sebuah objek."
Menurut Bapak Ashley Montagu, "Cinta adalah sebuah perasaan memperhatikan, menyukai, menyayangi secara mendalam yang disertai rasa rindu serta hasrat kepada sebuah objek."
Menurut Bapak yang terkenal dengan hirarki kebutuhannya, Abraham Maslow berpendapat "Cinta merupakan proses aktualisasi diri yang mana dapat membuat orangmelahirkan beragam tindakan-tindakan yang kreatif dan produktif."
Katanya, Dengan adanya cinta, maka seseorang akan mendapatkan kebahagiaan jika mampu membahagiakan orang lain yang dicintainya.
Menurut Elaine dan William Waster "Cinta adalah suatu keterlibatan yang dalam serta diasosiakan dengan munculnya rangsangan fisiologis yang begitu kuat serta diiringi perasaan untuk bisa mendambakan pasangan serta keinginan untuk bisa memuaskannya melalui pasangannya tersebut."
mmmmm, Rangsangan fisiologis, dan perasaan.
Menurut Erich Fromm "Cinta adalah sesuatu yang aktif yang mana dapat memecahkan tembok yang menjadi pemisah dari manusia dengan teman-temannya, yang dapat menyatukan seseorang dengan orang lainnya. Menurutnya ada 4 unsur di dalam konsep cinta, yaitu: Care (perhatian), Responbility (tanggung jawab), Respect (hormat), Knowledge (pengetahuan)."
Intinya mungkin perasaan yang dapat mempersatukan manusia walau ada barier.
Menurut Bapak Segitiga Cinta, Stenberg "Cinta merupakan sebuah kisah, yang mana ditulis setia orang."
Kisah tersebut akan merefleksikan dari minta, kepribadian, serta perasaan seseorang kepada sebuah hubungan. Teori Stenberg yang sangat tekenal adalah mengenai segitiga cinta yang mana di dalamnya menjelaskan tentang keintiman, gairah, dan komitmen.

Jadi sih setiap ahli punya pendapat yang beda-beda tapi mirip-mirip.  Intinya Cinta itu adalah suatu perasaan, yang didalamnya ada unsur lain, seperti Sayang, suka, Perhatian, tanggung jawab, rasa hormat, gairah, keintiman dan komitmen.

Selain pendapat ahli diatas ada juga yang berpendapat kalau cinta itu datang tiba-tiba. Ada yang berkata, "Cinta bisa datang dimanapun, kapanpun tanpa alasan.". Mungkin orang ini pernah mengalaminya. Dia berkata Cinta itu berbeda dari sayang atau suka. Mereka adalah kompenon yang berbeda. Intinya sih dia bilang gitu.

Gara-gara orang kaya ini, aku jadi mau percaya kalo Cinta itu memliki arti yang lebih, kaya di drama-drama korea. Seolah Cinta itu gak bisa di logikakan.
Datang tiba-tiba gitu. Masa ada sih perasaan kaya gitu, kalau belum ngalamin aku gak percaya. Tiba-tiba suka sama seseorang yang gak kita kenal tanpa alasan. Tiba-tiba suka aja gitu trus bilangnya cinta.

Sayang

Katanya sayang itu memiliki unsur "peduli". Kata Marini "Apa yang kau sayangi itu ialah apa yang kamu rindukan saat kehilangan, kamu butuhkan, kamu ingat di memori ingatanmu". Berati penambahan unsur memori.

Ternyata, Sayang ii selalu ditambah dengan kata "Kasih" jadi "Kasih Sayang". Mungkin maksudnya "jika kita menyayangi maka kita memberikan". Ada Sayang maka ada Kasih.

Berikut adalah definisi "kasih Sayang" dari para ahli, [entah dari para ahli apa]

Menurut Bapak Jalaludin Rumi, "kasih sayang adalah sumber dari segala hal"
Dunia dan kehidupan adalah hasil dari kasih sayang, Semua tercipta karena adanya kasih sayang. Aku sih masih gak jelas dia ngomong ini dari aspek apa. Masa iya dia mikir batu terbuat dari kasih sayang juga.

Rabiah Al Adawiyah mengatakan, " Kasih sayanga dalah sebuah gambaran kerinduan yang dirasakan."
Emmm agak muter-muter sih keterangannya, yang aku tangkep cuma kalau kasih sayang itu gagal akan menimbulkan luka.

Mahmud Bin Assyirif "Kasih sayang adalah sebuah kerinduan yang tidak berujung, rasa sindu yang tidak tertahankan akan membuat hati berbunga-bunga" ???????
Ahhhh sudah hentikan. Ini bukan definisi yang aku harapkan. Cari di kamus Bahasa Indonesia aja lah. Mungkin mereka semua ahli membuat puisi.
sayang1/sa·yang/ a kasih sayang (kepada); cinta (kepada); kasih (kepada); 2 v sayang akan (kepada); amat suka akan (kepada); mengasihi; mencintai: tiada Ibu yang tidak -- kepada anaknya; 3 n cak kekasih; jantung hatiku: aduhai, --;
menyayang/me·nya·yang/ v menyukai; mencintai;
menyayangi/me·nya·yangi/ v sayang akan (kepada); mengasihi; mencintai: kita harus - segenap makhluk
Jadi? Cinta itu bagian dari Sayang atau Sayang bagian dari Cinta?
Atau Cinta dan sayang itu saling berhubungan?
Jika Cinta maka Sayang. Jika Sayang Maka Cinta?

Ada juga yang ngomong kalau "rasa sayang adalah perkembangan dari rasa suka." 
Sejenis tahaman lanjut dari rasa suka kita akan suatu objek. Tapi kemudian dijelaskan kalau "Perasaan ingin mempertahankan apa yang di dapat.
Aku agak gak setuju.
Bagiku sendiri, ketika sayang yah akan lebih toleransi.
Misalnya, saat aku makan trus Pippo dengan mata yang imut itu menatapku minta share makanan. Karena sayang yah aku bagi dikit, biar dia senang. Tapi aku gak nuntut dia bagi makanan dia lagi ke aku.
Walau rasanya kadang nuntut dia untuk nurut, tapi kalo gak nurut paling cuma kesel dikit, dan tetep sayang.
Kalah dibilang Sayang adalah "perkembangan dari rasa suka" Aku setuju. Suka dulu baru Sayang.

Suka

Agak susah cari definisi suka. Coba cek kamus aja deh
suka /su·ka / 1 a berkeadaan senang (girang)  2 a girang hati; senang hati  3 v mau; sudi; rela:  4 v senang; gemar  5 v menaruh simpati; setuju 6 v menaruh kasih; kasih sayang; cinta 7 a cak mudah sekali ...; kerap kali 
Yang aku ambil point 1 atau 6. Manaruh kasih sayang.
Kata fakta psikologi, "Suka itu cepat datang dan cepat pergi." 
Aku setuju. Kita bisa aja suka sama Indomie goreng, tapi suatu hari kita benci ketika sakit karena indomie goreng. Untung perasaan itu bukan jadi sayang, mungkin kalo jadi sayang tetep suka walau sakit karena indomie goreng.

Para ahli lebih suka membahas mengani Cinta di banding suka.
Menurutku sendiri, rasa suka itu Emosi yang dipengaruhi oleh pengindraan.
Jadi suka adalah salah satu jenis emosi, dan Sayang dan Cinta  itu adalah Perasaan.
Tapi kalo sayang gak nuntut. Emmm jadi galau sayang itu jenis apaan. Perasaan sih kayanya.

Yah secara teori begitu. Siapa tahu ada ahli yang membuat Piramida perasaan ini. Kaya bapak Maslow gitu.

Suka, Sayang kemudian Cinta.
Jadi semacem tingkatan perasaan.
Mungkin nanti dipostingan selanjutnya aku akan bahas lebih dalam mengenai "Cinta"
Karena teorinya cukup populer dan banyak.

Minggu, 25 Maret 2018

Harta karun kehidupanku [The Treasure of My Life]


Aku bikin ini saat SMA
Pagi ini, agak beda dengan biasanya. Setelah kalah 2 kali dalam ranked Epik di Mobile Legend. Aku tiba-tiba pengen bersih-bersih. Beresin beberapa PR kamar yang masih terbengkalai.
Intinya, Aku beresin sebagian Harta-hartaku.
Ternyata 1/4 abad lebih banyak juga barang yang aku punya. Walau hidup sederhana, tapi kok barang ada aja yah. Itu yang aku bingungin.
Masalah utama aku itu, aku sayang membuang barang-barang. Saat ngelihat barang-barang itu, rasanya kenangan itu bergitu berharga untuk dibuang, walau sebagian besar alasanya "siapa tau nanti kepake lagi" atau "suatu hari bakal butuh lagi"

Barang-barang lama itu, kaya Flanel, manik-manik, mantan dompet, hadiah-hadiah pemberian orang, buku-buku diari, atau buku-buku coret-coretan gak jelas. Pokoknya lucu aja pas nemu lagi... Kaya sebuah harta karun.

Gara-gara itu, aku jadi punya ide. Aku mau rapihin semua barang-barangku dan aku jadiin harta karun. Untuk anak-anaku nanti. Ketika mereka ingin tahu siapa aku, bagaimana sejarahku dan bagaimana kehidupan orang tua mereka. Aku membuat mereka mencari dan menemukan harta-hartaku ini.
Barang-barang gak jelas, tapi punya nilai dan arti yang dalam.
Ternyata aku pernah nulis ini

Mungkin harta karunku akan aku sembunyikan di sebuah kamar atau rumah. Entah apa lah itu.
Mungkin bagi orang lain cerita kehidupanku tidak bearti atau tidak bernilai. Tapi aku berharap setidaknya untuk anak atau cucuku nanti ceritaku akan menjadi menarik dan berguna untuk mereka.
Berasa kaya nanem sebuah kapsul waktu, untuk generasi mendatang.

Seperti akan seru.

Mungkin sekarang aku harus mempersiapkan tempatnya dulu. Sejenis kontainer box.
Kalo jaman dulu harta karun terbuat dari kotak kayu, kalau jaman NOW mungkin kudu pake kontainer plastik aja. Yang penting kualitasnya bagus, biar gak gampang rusak atau pecah.
Kelebihannya kalau banjir atau kena air gak merusak dalamnya.

Rencananya aku mau taro semua diari-diariku. Yah dari kecil sih aku cuma bisa curhat sama diari, jadi sekarang udah banyak juga.
Pas baca diari sendiri juga lucu sih. Jadi komentarin diri sendiri kaya komentarin film gitu.
"oh, dulu aku juga udah mendoakan mereka", "ya ampun, ini kan kejadian waktu itu,", "wah. segitu bencinya aku sama dia","dih manusia alay.hahahahha"
Rasanya sejuta kenangan dan cerita ada saat aku buka kembali harta-hartaku.
Mungkin nanti ada 2 atau 3 box. Khusus untuk diari, sisanya untuk barang-barang. Entah berguna atau gak.
Kalaupun suatu hari hilang atau bakal dihancurkan sama orang. Aku harap itu generasi yang ketiga setelahku. Soalnya belum tentu penting buat mereka. Sejarahku suatu hari akan jadi sampah buat seseorang.

Seperti aku yang menemukan Harta karun mamaku di gudang. Sampai sekarang belum aku buang. Tapi aku bingung harus diapakan.
Sebuah koper berisi baju dan foto-foto. Ketika membukanya, aku seperti melihat sebuah kisah. Cerita tetang sebuah kegembiraan yang tersimpan disebuah koper. Kebahagiaan mama saat jalan-jalan keluar negri.
Baju-baju yang dikoper itu pun tidak mungkin aku pakai, seolah terlalu berharga untuk aku kenakan. Selain itu emang bajunya buat musim dingin. Sedangkan disini musimnya gak jelas. [ukurannya juga beda]
Saat melihat koper itu, mama mungkin juga udah gak inget.
Kenang dari sahabat mama
Tapi aku bisa membayangkan, bagaimana perasaan mama saat menyimpan barang-barangnya di koper itu, dan bagaimana perasaannya dulu ketika mengintip kembali koper miliknya.

Dan itu yang ingin aku lakukan.
Suatu saat jika aku akan melakukan perjalan jauh [Pippolicious the Adventure] aku akan meinggalkan semua kenanganku. Meninggalkan harta karunku.
Aku akan pergi membuat petualangan baru. Namun pada satu titik aku akan kembali untuk melihat kenangan-kenanganku.
 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo