Senin, 25 Oktober 2010

otak manusia terbatas

inget sama para Filsuf??
kayanya hidup mereka menarik sekali..
hidup mereka penuh pertanyaan.
sampe-sampe banyak filsuf yang gak percaya adanya Tuhan..

aku pernah dengar-dengar gosip..
bole percaya, bole gak nii..
katanya di UI yang masuk Jurusan Psikologi pusing karena dosen Filsafatnya bilang
"siapa yang disini percaya Tuhan"
otomatis semua tunjuk tangan
"silahkan keluar" kata dosennya kalem..

huuuiiiiihhhh
puyeng-puyeng dah tuu
katanya di sono ada semacam aliran..
tapi itu gosip loo.
kenyataannya gak tau dee..

yah derita filsuf kalau harus selalu bertanya..
dari satu pertanyaan ke pertanyaan yang lain..

jadi inget kata dosenku..
seorang petani memgang cangkul bari disebut petani
tetapi orang yang hanya diam dan berfikir dapat disebut filsuf..
(ada yang aku tambahin)


yah kurang lebih gitu lahhh..
tapi aku pernah baca satu buku yang menarik..

aku ceritain aje..

jadi ada seorang pemuda yang sangat pintar..
dia sedang berjalan di pinggir pantai sampil berfikir tentang kuasa Tuhan..

Siapa itu Tuhan?
Kenapa Tuhan menciptakan manusia?
Apa Tuhan menciptakan keajaiban?
Bagaimana cara Tuhan menciptakan bumi?
Bagaimana Tuhan menciptakan hewan?
Bagaimana Dia sanggup menciptakan jagat raya yang begitu luas?
dan masih banyak lagi pertanyaan dalam benak pemuda itu..

dia terus berfikir dan berfikir sampil mengarungi pantai..
ia memandangi lautan yang luas dan terus berfikir (berbakat jadi filsif tuu orang)
sampai berhari-hari (kaga makan dan kaga tidur)
sampai akirnya dia berhenti berjalan..
dia meliha anak-anak yang bermain dipantai..
mereka begitu gambira mambuat istana pasir..
tetapi perhatian pemuda tertuju pada satu anak yang terpisah dari kerumunannya.
anak itu berjalan menjauh dari kerumunannya dan mengali sebuah lubang..
lubang yang tidak terlalu besar mungkin karena anak itu terlalu kecil untuk membuat lubang yang besar..
sang pemuda hanya melihat anak itu
lalu anak itu mangambil ember dan berjalan kelaut..
sang pemuda cemas sampil melihat apa yang ingin di lakukan anak itu..
anak itu mengambil air laut dengan embernya dan berjalam menuju lubang yang ia gali tadi..
anak itu menuang seluruh isi embernya kedalam lubang dan kembali ke laut
anak itu mengambil air laut dan menuangkannya ke lubang..
anak itu terus melakukannya berkali-kali..
sang pemuda terheran-heran..
lubang yang digali anak itu sudah tidak cukup menanpung air tetapi anak itu tetap mengisi lubang dengan air..
sang pemuda pun berjalan mendekati anak itu..
"apa yang kau lakukan?" tanya pemuda pada sang anak
"mengisi lubang dengan air" jawab anak itu singkat. Anak itu terlihat sibuk dengan apa yang dia lakukan.
"kenapa kau mau mengisi lubang itu dengan air? lubang itu kan sudah penuh" tanya pemuda
"aku ingin memindahkan lautan ke lubang ini" jawab anak itu sampil menuangkan air ke lubang.
"mana mungkin.. lautan begitu luas dan lubang yang kau buat begitu kecil" kata pemuda kapada anak itu.
anak itu berhenti dan manatap sang pemuda..
"aku melakukan apa yang kau lakukan"
"aku tidak melakukan apa-apa" bela sang pemuda
"kau berusaha mengisi otak mu dengan seluruh ke Agungan Tuhan.. Kuasa Tuhan begitu luas bahkan lebih luas dari lautan bahkan lebih luat dari jagat raya ini namun kau berusaha memindahkannya kedalam otak mu yang kecil."
pemuda itu tercengang.
"berhentilah memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak kau pikirkan, dan berfikirlah sesuatu yang harus kau pikirkan. karena otak manusia itu tebatas"


semoga dari cerita tersebut kita dapat berfikir lebih baik.
ilmu itu tidak akan habis dicari sampai kita mati pun ilmu akan selalu ada.

0 celoteh:

 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo